Meski terjadi penurunan kemiskinan dari tahun ke tahun, namun angka kemiskinan Kabupaten Demak pada 2018 tercatat 12,54 persen masih di bawah angka kemiskinan Jawa Tengah yakni 11,9 persen. Program pengentasan kemiskinan menjadi prioritas pertama, dibuktikan dengan betul-betul menyentuh lapisan tingkat masyarakat bawah (grassroot). Camat Karangawen Agung Ardiyanto, S.Sos, MH menyampaikan disela-sela kunjungannya di Desa Rejosari kecamatan Karangawen bahwa menindaklanjuti Musrenbangkab Demak 2020, Wakil Bupati memerintahkan kepada seluruh jajarannya Fokus Pada Pengentasan Kemiskinan, kesungguhan penanganan harus benar-benar tercermin pada angka kemiskinan Kabupaten Demak yaitu 7 % bisa jadi melebihi target Provinsi Jawa Tengah. Kenapa pertama, karena masalah kemiskinan itu menjadi penyakit kemajuan, dengan mendatangi kita bisa mapping dalam membuat kebijakan, apakah miskin ini struktural atau kultural, membantu secara materiil atau tidak sedikit juga masyarakat hanya butuh semangat.

Memahami kemiskinan itu juga menjadi prioritas tidak kalah penting bagaimana membaca kenapa miskin, dengan tahu kenapa miskin tentu kita akan tahu bagaimana langkah langkah yang ditempuh. Individu miskin diajak jangan lagi mau miskin mulai dari malu untuk miskin dan jangan bangga. Kedua adalah masalah keluarga sesungguhnya miskin misalnya sudah tua keluarganya mungkin sudah tidak ada, tinggal sendirian apakah duda atau janda sudah sepuh sebagai anak anaknya sudah hidup keluarga masing masing sakit-sakitan, tidak ada pekerjaan tidak punya benda nah itu miskin absolut yang miskin absolut gini ya misalnya ya kita kita gotong royong membantu. Bapak gubernur memberikan kartu jatuh sejahtera dan yang bersangkutan ada uang belanjanya 250 ribu per sembilan ini bisa didaftarkan nah tapi yang miskin tapi sebenarnya bisa mengatasi ya tadi saya misalnya keluarga itu kebetulan orangnya gawe sawah tidak punya padahal usia hujannya udah tuti nah itulah yang nanti kita coba tangannya dan keluarga itu mulai berusaha kita mulai pengusaha inilah kemudian kita dorong apakah berusaha atau dia bekerja pada pihak lain ini yang akan kita lakukan dan kita ajak bersama sama tadi nah kalau sudah begitu apa semuanya membuat dia miskin ya gimana pak ongkos mau keluar jalan saja jalannya jelek misalnya nah berarti nanti merambat lagi padahal kita bisa seperti mengatasinya dari desa dana desa luar biasa dana desa besar apakah kemudian perencanaan dana desa ini bisa berjalan dengan baik kalau kurang kurangnya berapa nanti baru dicarikan upaya maka kemudian di samping dari anggaran pemerintah desa pemerintah kabupaten pemerintah provinsi maupun bahkan mungkin nasional tidak diberikan akan menjadi perhatian nah kemudian yang kedua tentu dana dana dari filantropi apakah dari dermawan apakah dari jasa perusahaan membangkitkan semangat inilah yang kita gelorakan dan mudah mudahan nanti akan menjadi semangat aku malu untuk miskin.

Langkah terpadu yang sudah dan akan dilaksanakan meliputi tersedianya biogas oleh kelompok peternak itu kan ada tiga puluh sapi. Komposnya bisa diolah, listrik sudah dialiri, akses kesehatan baik, pelayanan pemerintah bagus dsb. Mindset enterpreneur yang mesti dibangunkan sehingga tidak menciptakan kemiskinan jilid kedua yaitu mentalnya miskin dirinya mampu tapi merasa dirinya harus dibantu  mental miskin yang harus diperangi. Dengan langkah kongkret terintegrasi dan terpadu ini diharapkan angka kemiskinan dapat di “keroyok” bersama-sama sehingga angka kemiskinan di Kabupaten Demak bisa turun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *