Karangawen,30 Juni 2020

Yuri menambahkan, tracing secara agresif tersebut dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan di daerah. Menurutnya, para OTG dalam kasus ini harus segera mendapatkan edukasi yang benar, untuk kemudian dapat melaksanakan isolasi secara mandiri. Sebab, mereka dapat berpotensi menyebarkan virus lebih luas lagi apabila masih bersinggungan dengan orang lain. “Karena kalau tidak, ini akan menjadi sumber penularan yang ada di tengah masyarakat,” katanya lagi.

Menurut Kemenkes, yang termasuk ke dalam kategori OTG adalah mereka yang tidak menunjukkan gejala tetapi memiliki risiko tertular dari orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. OTG merupakan seseorang yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien positif Covid-19. Adapun kontak erat yang dimaksud adalah aktivitas berupa kontak fisik maupun berada dalam radius 1 meter dengan pasien yang berstatus PDP atau positif Covid-19. OTG ini berbeda dengan ODP.

Pada pemeriksaan awal, OTG tidak menunjukkan gejala sama sekali. Sedangkan ODP sudah memiliki riwayat atau tengah mengalami demam tinggi di atas 38 derajat celsius dan berbagai gejala ringan lainnya. Dalam pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19 yang dikeluarkan, disebutkan pula orang-orang yang termasuk ke dalam kontak erat yang menjadikan seseorang OTG. Berikut adalah beberapa kelompok yang rentan menjadi OTG: Petugas kesehatan Orang dalam satu ruangan Orang yang bepergian bersama

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *